Laboratorium anatomi berfungsi sebagai fasilitas penting dalam bidang pendidikan dan penelitian medis, khususnya untuk mempelajari struktur dan fungsi tubuh manusia. Laboratorium ini digunakan oleh mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan ilmu kesehatan lainnya untuk memahami anatomi melalui praktik langsung dengan spesimen, seperti model anatomi, cadaver (mayat yang diawetkan), atau teknologi digital seperti simulasi 3D. Selain itu, laboratorium anatomi juga digunakan untuk penelitian dalam bidang biomedis, forensik, dan fisiologi, yang bertujuan mengembangkan pemahaman lebih dalam mengenai tubuh manusia serta aplikasinya dalam dunia medis. Dengan adanya berbagai peralatan pendukung, seperti mikroskop, alat bedah, dan teknologi pencitraan, laboratorium ini membantu meningkatkan keterampilan praktis dan pemahaman konseptual mahasiswa dalam menganalisis struktur tubuh secara detail.